Aku tersenyum miris melihat tanggal yang tertera di surat tersebut. Sudah 3 tahun ya?
Aku menggeleng dan segera mengambil tas kerjaku.
"Aku berangkat kerja dulu..."seraya mengusap pelan fotomu dan bergegas keluar dari rumah mungil yang lagi-lagi bernuansa biru. Rumah yang seharusnya menjadi milik kita, dan kita tinggali bersama.
***
"Bram, kamu ada acara malam ini?"
Aku menggeleng. "Kenapa, tan?"
"Mau pergi makan denganku?"Intan tersenyum manis.
Ah, Intan. Gadis itu beberapa minggu ini selalu berkeliaran disekitarku dan...dalam pikiranku.
"Oke.."
Mata Intan berbinar. "Asyik.. Tempat biasa?"
Aku menganggu dan tersenyum melihat tingkah Intan. Awalnya aku, pikiranku, dan hatiku menolak Intan. Tapi dia dengan sabar dan telaten berusaha mendalami hati ku. Tidak, bukan untuk menggantikanmu. Selamanya kamu tidak akan pernah terganti dalam hatiku. Sampai kapanpun, di sudut celah hatiku akan selalu ada kamu.
***
"Bram, mau sampai kamu akan menolakku terus?"
"Maksudnya?"
"Aku tahu sikapmu selama ini sudah mulai berubah dan tidak lagi dingin padaku. Aku juga tahu sedikit dari bagian hatimu sudah mulai menerimaku. Tapi aku tidak mau hanya sedikit bagian dari hatimu, Bram. Aku mau sepenuhnya"
Aku terdiam memikirkan kata-kata Intan.
"Dan juga, bukankah Sari sudah lama meninggal? Usiamu sekarang ini sudah tidak muda lagi, Bram. Mau sampai kapan kamu mau memikirkan dia terus? Kamu harus segera mencari penggantinya"nada suara Intan terdengar agak sedikit kesal.
Aku tahu dia sudah mulai capek dengan keadaan kami yang seperti ini. Tapi, kenapa dia harus membawa-bawa Sari?
"Tan, sampai kapanpun juga Sari tidak akan pernah terganti dalam hatiku. Dia sudah memiliki tempat tersendiri disini. Maaf, obrolan kita bisa kita sambung lain kali? Aku rasa aku perlu mendinginkan isi kepalaku sebelum bisa mencerna kata-katamu sebelumnya"
Aku bangkit dari dudukku dan berjalan keluar restoran. Intan memanggil namaku. Aku tidak menghiraukannya. Aku masih merasa kesal dia membawa-bawa Sari. Aku berlari kecil dan hendak menyebrang jalan untuk mengambil motorku yang kuparkir diseberang. Tapi tiba-tiba...
"Braaaammmm.........."
Brukkk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar